
DEMAK, derapguru.com — Ketua PGRI Jateng yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI, Dr H Muhdi SH MHum, mewanti-wanti para pengurus daerah supaya jangan sampai ada pengurus yang tidak paham siapa dan apa itu PGRI.
Hal tersebut disampaikan Muhdi saat memberikan “Penguatan Kapasitas Pengurus (PKP)” pada Pengurus PGRI Kabupaten Demak yang digelar di Gedung PGRI Demak, Sabtu 2 Agustus 2025.
“Ketika ada yang bertanya apa peran dan perjuangan yang telah dilakukan PGRI, jangan sampai ada pengurus yang tidak paham apa dan siapa itu PGRI. Semua pengurus harus paham betul apa tugas dan tanggung jawab masing-masing,” tandas Muhdi.
Muhdi menambahkan, ada banyak perjuangan yang telah dilakukan PGRI untuk para guru dan tenaga kependidikan. Yang paling menyentuh akar rumput dan bida dirasakan para guru adalah lahirnya tunjangan profesi guru
“Termasuk lebih dari satu juta guru yang diterima melalui ASN PPPK kemarin. Itu semua adalah hasil perjuangan PGRI. Tunjangan profesi guru dan ASN PPPK adalah murni perjuangan organisasi,” tutur Muhdi.
Sementara itu, Sekretaris Umum PGRI Jateng, H Aris Munandar MPd, menambahkan bahwa semua pengurus PGRI tidak hanya harus paham mengenai organisasi. Para pengurus juga harus paham sistem dan tata cara berorganisasi PGRI.
“Harus tahu bagaimana salam perjuangan diteriakkan. Harus tahu bagaimana posisi tubuh kita saat lagu hymne dan mars organisasi dikumandangkan,” tambah Aris.
Sebagai tindak lanjut, Aris Munandar juga memberikan berkas dan tata aturan terkait tatacara berorganisasi. Berkas tersebut diserahkan langsung pada Ketua PGRI Kabupaten Demak.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua I Dr Hj Sri Suciati MHum, Wakil Ketua II H Sakbani SPd MH, Sekretaris Umum Drs Aris Munandar MPd, dan Wakil Sekretaris Umum Drs H Sapto Budoyo SH MH.
Hadir pula Bendahara Drs H Wahadi MH, Kabiro Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Drs Adi Prasetyo SH MPd, dan Kabiro Keanggotaan dan Digitalisasi Organisasi Dr Joko Siswanto MPd, dan seluruh pengurus PGRI Kabupaten Demak. (za)