
SEMARANG, derapguru.com — Di balik rumitnya pengaturan penempatan guru di Jawa Tengah, ada fenomena menarik. Ternyata wilayah Jawa Tengah kekurangan guru fisika.
Informasi tersebut muncul saat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P & K) Jawa Tengah, Dr Sadimin MPd, di sela acara “Dialog interaktif bersama anggota Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI Dr H Muhdi SH MHum” di Gedung DPD Jateng, Kamis 26 Februari 2026.
“Tapi masih ada beberapa mapel yang kurang. Contoh misalnya, matematika itu butuhnya 200 (guru), tetapi paruh waktu kemarin, kita bisa sampai 400 (guru), ini yang kelebihan. Di satu sisi ada (formasi guru) fisika. Fisika ini butuhnya banyak, tapi yang masuk hanya sedikit,” urai Sadimin.
Sebaran tidak merata inilah, lanjut Sadimin, yang menjadi salah satu faktor yang menghambat atau memperumit penempatan guru. Padahal pemerintah sudah berupaya keras untuk mendekatkan guru dengan lokasi tempat tinggal.
“Kami berusaha keras, tapi kalau wilayah terdekatnya tidak ada formasi mau bagaimana lagi. Tapi pada intinya, kami sudah sesuaikan dengan lokasi terdekat dari rumah. Kepala sekolahnya juga begitu, sudah kami tempatkan dekat dengan tempat tinggal,” urai Sadimin.
Terkait dengan kesejahteraan guru PPPK Paruh Waktu, Sadimin memastikan Jawa Tengah sudah beres. Setiap guru PPPK Paruh Waktu mendapatkan gaji sesuai dengan Upah Minimum Kota (UMK) di wilayah masing-masing.
“Jawa Tengah ini yang terbaik nasional. Semua PPPK Paruh Waktu digaji sesuai dengan UMK di kabupaten/kota masing-masing. Di provinsi lain, banyak yang hanya dibayar 800 ribu sampai 1 juta rupiah,” tandas Sadimin. (za)




