
KONON, sebelum menjadi Danau Beratan, tanah di sekitar danau sangat sulit didapati sumber air. Lalu datanglah seorang pertapa sakti untuk bersamedi di sana. Dia manjatkan doa supaya ada sumber air yang bisa menghidupi masyarakat sekitar.
Lalu datanglah sebuah pawisik dari Batari Danu (manifestasi kesuburan). Sang pertapa diminta untuk menancapkan sebatang “damen/dami” atau batang padi ke permukaan tanah. Batang padi yang tertancap itu kemudian dicabut, lalu muncullah sebuah mata air yang tiada henti.

Demikianlah kisah legenda asal usul terbentuknya Danau Beratan. Danau yang sebegitu luas itu menjadi destinasi wisata yang menarik pada . Bahkan, salah satu pecahan mata uang 50 ribu rupiah edisi I Gusti Ngurah Rai, pernah menggunakan siluet pura di Danau Beratan.
Titik lokasi gambar mata uang inilah yang menjadi spot paling diincar dari Danau Beratan. Lantas apa sih hal menarik dari destinasi ini?

Cindy Ayu Rengganis, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, mengatakan spot paling menarik dari Danau Beratan memang titik yang dijadikan siluet uang pecahan 50 ribu. Spot ini lebih menonjol kendati spot-spot lainnya juga banyak yang indah.
“Kalau menurutku sih, spot ini yang paling bagus. Yang lainnya juga banyak yang bagus. Tapi yang paling bagus ya spot ini,” tutur Cindy yang ternyata baru sekali ini mengunjungi Pulau Dewata.

Uraian yang sama juga disampaikan Maulida Nisa’ Kamaliyya, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FPBS UPGRIS. Dengan tegas dia juga menunjuk lokasi spot siluet uang pecahan 50 ribu rupiah.
“Pasti spot yang ini. Ini yang paling ikonik dari Danau Beratan,” tandas Maulida. (za)




