
SEMARANG, derapguru.com –– Kita mendiami, kita tinggal, di dalam dunia yang tidak lagi sama dengan pada waktu-waktu sebelumnya. Kita hidup di dalam situasi yang serba kompleks, situasi yang serba ambigu, situasi yang bersifat volatil, dan juga bersifat uncertainty atau ketidakpastian.
Hal tersebut disampaikan Dekan FPIPSKR UPGRIS, Dr Agus Sutono SPhil MFil, Dalam acara Yudisium Mahasiswa Ke-82 Program Sarjana (S1) FPIPSKR UPGRIS di Seminar Hall Menara UPGRIS Kampus Gajah Semarang, Rabu 4 Februari 2026.

“Kenapa disebut volatil? Karena perubahan yang begitu cepat. Sedangkan (kenapa) uncertainty? Karena masa depan dunia yang tidak bisa dipastikan, atau tidak ada kepastian, mau kemana sebetulnya arah pergerakan hidup,” urai Agus Sutono.
Agus Sutono menambahkan, dalam 10 tahun terakhir kita telah dipertontonkan bagaimana perubahan yang cepat terjadi. Lahirnya pekerjaan baru dan terdisrupsinya pekerjaan lama merupakan bentuk nyata dari ketidakpastian hidup pada masa-masa kini.

“Kita bisa membayangkan dalam satu dekade terakhir, atau dalam 10 tahun terakhir, banyak pekerjaan lama yang sekarang menghilang dan banyak pekerjaan baru yang bermunculan. Lahirnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence, otomatisasi, bahkan juga data science, dan juga green economy, semua itu mengubah lanskap dunia kerja dan kehidupan kita,” tandasnya.
Dengan kondisi seperti ini, Agus Sutono meminta, para mahasiswa yang mengikuti yudisium benar-benar dapat beradaptasi dengan segala perubahan. Datangnya perubahan membuka peluang besar bagi siapa saja yang siap menghadapi perubahan yang ada.

“Pesan kami, saudara semua dapat menjadi pembelajar sepanjang hayat, lifelong learner. Pembelajar sepanjang hayat adalah hal penting, tidak ada waktu bagi kita untuk tidak belajar terhadap perubahan-perubahan baru,” tandasnya.
Terbaik
Sementara itu, Wakil Dekan I FPIPSKR UPGRIS, Dr Endang Wuryandini MPd, menuturkan bahwa jumlah mahasiswa yang dilepas melalui yudisium kali ini sebanyak 89 mahasiswa. Dari sejumlah mahasiswa tersebut, 70 mahasiswa berasal dari prodi PJKR, 10 mahasiswa dari prodi PPKn, dan 9 mahasiswa dari prodi Pendidikan Ekonomi.

“Calon wisudawan terbaik dari prodi PPKn atas nama Nabaa Amanda Misandy dengan indeks prestasi kumulatif 3,9. Dari prodi Pendidikan Ekonomi atas nama Sekar Ayu Friska Wardhani dengan indeks prestasi kumulatif 3.87. Sedang prodi PJKR atas nama Raju Iftaq Auzani dengan indeks prestasi 3.78,” urai Endang Wuryandini. (za)




