
SEMARANG, detapguru.com — Penanggung Jawab Majalah Derap Guru Jateng yang juga Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr H Muhdi SH MHum, menyampaikan ucapan terima kasih pada tim media yang telah menjadi jembatan antara pengurus PGRI Jateng dengan anggota.
“Terima kasih sudah menjadi jembatan bagi organisasi. Melalui media, semua program organisasi dapat lebih mudah tersampaikan pada anggota,” tutur Muhdi dalam acara Buka Puasa Derap Guru Jateng di UPGRIS Kampus Sriwijaya Semarang, Senin 9 Maret 2026.
Muhdi meminta tim media untuk lebih giat dan kreatif lagi dalam mengolah informasi yang didapatkan. Kreatifitas dalam pengelolaan inilah yang akan membuat majalah akan tetap bertahan dalam gempuran media online.
“Mungkin bisa video pendek karena kita sudah punya derapguru.com. Mungkin tidak, setiap edisi ini, dimulai dengan ada YouTube pa, yang membahas sekilas (tentang) terbitan, dan bila ingin lebih lanjut bisa lihat majalah cetaknya,” urai Muhdi.
Selain membuat ulasan isi majalah yang akan terbit, lanjut Muhdi, bisa juga berkreasi dengan menambah semacam video berita pendek pada media online. Atau bisa pula berisi podcast tentang pendidikan.
“Celah-celah seperti inilah yang harus terus di-eksplorasi agar bisa menghasilkan terbitan yang berkualitas dan dibutuhkan,” tandas Muhdi.
Majalah Solidaritas
Pimpinan Umum Derap Guru yang juga Wakil Ketua V PGRI Jawa Tengah, Sutikno MPd, menyampaikan Majalah Derap Guru Jawa Tengah adalah majalah solidaritas. Di tengah gempuran media online, majalah ini tetap bertahan karena rasa solidaritas anggota PGRI.
“Media cetak saat ini sangat berat untuk dapat bertahan karena hadirnya pesaing berwujud media online. Bersyukur teman-teman anggota memiliki rasa solidaritas tinggi sehingga masih berlangganan media ini,” tutur Sutikno.
Oleh karena itulah, Sutikno meminta tim media untuk selalu berusaha menyajikan informasi terbaik bagi mereka. Media juga harus terus berbenah untuk menghadirkan konten-konten menarik yang membuat pembaca merasa menyesal bila tidak membaca.
“Kita bisa belajar dari Majalah Panjebar Semangat. Ada pembacanya yang hanya membaca cerita mistisnya saja. Mereka ketagihan pada konten horornya. Derap Guru harus memiliki konten yang adiktif seperti ini,” urai Sutikno.
Pimpinan Umum Derap Guru yang juga Sekretaris Umum PGRI Jateng, Drs Aris Munandar MPd, menyampaikan bahwa mengelola majalah sama seperti mengelola sebuah bisnis kopi. Enak tidaknya rasa kopi bergantung pada siapa yang meraciknya.
“Enak tidaknya dinikmati bergantung pada chef-nya. Chef-nya ini ada di bagian redaksi,” urai Aris Munandar.
Aris Munandar juga mengapresiasi kinerja tim media yang telah berjuang sepenuh tenaga untuk terus menerbitkan majalah yang menambah sinergitas dalam organisasi. Dia pun menyampaikan terima kasih karena tetap konsisten menerbitkan majalah tanpa menyinggung masalah SARA.
“Sinergitas dalam kerja suatu hal yang dibutuhkan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih bermakna. Selalu berhati-hati dalam menyajikan menu-menu yang bisa dinikmati pembaca. Dan terus berusaha supaya semakin enak dibaca, dan ‘perlu’,” tandasnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Penasehat Majalah Derap Guru yang juga Wakil Ketua I PGRI Jateng, Dr Hj Sri Suciati MHum, serta segenap staf redaksi dan staf perusahaan Majalah Derap Guru Jawa Tengah. (za)




