
UNGARAN, derapguru.com — Anak-anak sering menjadi incaran predator seksual karena mudah dibujuk atau ditipudaya. Situasi inilah yang menuntut orang dewasa perlu lebih cekatan dalam mengajari anak-anak mengenai potensi pelecehan seksual sejak anak masih usia dini.
Pengenalan anak usia dini akan bahaya sexual harrasment ini diinisiasi Tim KKN UPGRIS di Desa Keji Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Dengan menggunakan pendekatan bermain bersama, Tim KKN mengenalkan bagian-bagian tubuh pribadi yang “boleh disentuh” atau “tidak boleh disentuh” oleh orang lain.
“Karena masih anak-anak, kami kenalkan pengetahuan paling mendasar tentang pemahaman menjada diri. Mengenalkan bagian tubuh mana yang ‘boleh disentuh’ atau ‘tidak boleh disentuh’,” tutur Eriana Puspita Nugraha, Koordinator Program Kegiatan di sela-sela pemantauan kegiatan yang dipusatkan di PAUD Islam Mekarsari dan RA An-Nur tersebut.
Eriana menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada anak usia dini mengenai pentingnya mengenal tubuh sendiri. Harapannya, dalam pemikiran anak akan tumbuh pemahaman terhadap bagian tubuh pribadi yang tidak boleh dilanggar oleh orang lain.
“Agar anak-anak paham bagian tubuh pribadinya. Sekaligus menumbuhkan keberanian anak untuk berkata ‘tidak’ dan melapor kepada orang dewasa terpercaya apabila merasa tidak nyaman,” ungkap Eriana.
Eriana menambahkan, kegiatan yang telah dikonsultasikan dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Noni Setyorini SE MSc ini berjalan sangat menarik karena dikemas dengan menggunakan presentasi sederhana berbasis gambar, cerita bergambar, serta metode tanya jawab ringan yang melibatkan partisipasi aktif peserta.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga diri sendiri dan berani bercerita kepada orang dewasa apabila merasa tidak nyaman. Edukasi seperti ini sangat penting diberikan sejak dini agar anak memiliki kesadaran dan keberanian untuk melindungi dirinya,” ungkap Eriana.
Sementara itu, Kepala RA An-Nur, Ibu Ina, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian mahasiswa KKN UPGRIS dalam menghadirkan kegiatan edukatif bagi peserta didik. Ia menilai materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan anak-anak saat ini dan dikemas dengan cara yang mudah dipahami.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN UPGRIS atas kegiatan edukasi ini. Anak-anak terlihat sangat antusias, dan materi yang disampaikan mudah dipahami. Semoga kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan karena sangat bermanfaat bagi perkembangan anak,” tuturnya. (za)




