
KAJEN, derapguru.com — Sebuah organisasi dicap rajin berkegiatan atau tidak, sangat bergantung pada peran bagian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Bila bagian kominfonya berkerja dengan baik–dan semua kegiatan organisasi bisa diinformasikan dengan baik–maka organisasi tersebut akan dicap sebagai organisasi yang berkinerja baik.
Hal tersebut disampaikan Kabiro Komunikasi dan Informasi (Kominfo) PGRI Jateng, Dr Agus Wismanto MPd, dalam “Pelatihan Penyajian Berita Organisasi PGRI Kabupaten Pekalongan” yang digelar di Kantor PGRI Kabupaten Pekalongan, Selasa 27 Oktober 2026.
“Sebaliknya, bila Kominfonya berkinerja kurang baik, jarang memberi info dan jarang pula mengomunikasikan kegiatan, maka sebaik apapun kinerja organisasi, kinerja-kinerja itu tidak akan pernah diketahui anggota dan masyarakat, sehingga organisasinya dicap berkinerja kurang baik,” tandas Agus Wis.

Agus Wis menambahkan, untuk dapat menginformasikan kegiatan dengan baik, maka seorang Kominfo harus bisa menulis berita dengan baik. Untuk bisa menulis dengan baik–bisa terampil menulis–, kata kuncinya adalah sering berlatih menulis.
“Menulis apa saja–termasuk menulis berita–kata kuncinya adalah berlatih dan terus berlatih. Menulis akan semakin terampil bila terus dilatih dan diasah,” ungkap Agus Wis.

Lebih lanjut Agus Wis menuturkan, dalam penulisan berita ada yang dinamakan komposisi berita. Komposisi berita pertama, ada pada bagian atas berita yang dinamakan ‘judul berita’. Judul ini wajib atau harus ada dalam berita.
“Kedua, baris tanggal (date time). Berisi data lokasi atau waktu, dilanjutkan dengan tanda hubung sebelum tulisan berita. Misalnya, tulisan ‘KAJEN – …’ pada awal sebuah berita. Kata ‘Kajen’ menunjukkan lokasi berita berasal,” ungkap Agus Wis sembari menunjukkan posisi ‘datetime’ dalam sebuah berita.

Bagian berikutnya, lanjut Agus Wis, adalah lead berita atau ‘teras berita’. Lead berita adalah paragraf pembuka dalam sebuah tulisan jurnalistik yang merangkum inti informasi dari suatu peristiwa dan berfungsi menarik minat pembaca.
“Lead ini isinya informasi 5W+1H: what, why, who, where, when, dan how. Pada penulisan lead, yang dipilih sebagai pembuka adalah salah satu unsur dari 5W+1H yang paling menarik,” ungkap Agus Wis.

Sementara itu, Wakil Ketua III PGRI Kabupaten Pekalongan, Bara Akanto MPd–mewakili Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Kholid–menyampaikan bahwa bertujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pengurus PGRI, ‘khususon’ seksi informasi dan komunikasi.
“Kominfo pada masa-masa kini sering dianggap sebagai public relation-nya organisasi. Tugasnya mengomunikasikan kegiatan-kegiatan organisasi pada anggota dan masyarakat,” urainya.

Bara melalui kegiatan ini berharap para Kominfo bisa meningkatkan keterampilan dalam menulis berita organisasi. Dan setelah pelatihan ini mereka juga diharapkan bisa dengan sigap mengkomunikasikan seluruh kegiatan-kegiatan organisasi.
“Mari ikuti dengan seksama, dengan baik, agar kita nanti bisa mewartakan dengan baik,” tandas Bara.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua II PGRI Kabupaten Pekalongan Paryadi SPd MA, Sekretaris PGRI Kabupaten Pekalongan Rohmad Kurniyadi SPd, dan Wakil Bendahara PGRI Kabupaten Pekalongan Ranu Subroto SPd.(za)




