
SEMARANG, derapguru.com — Grup Rebana ‘Santri Mada’ dari Kota Salatiga menjadi Juara I dalam ‘Festival Banjari Najwa Fest 2026 tingkat Jateng dan DIY’, Selasa 13 Oktober 2026. Kegiatan yang akan diselenggarakan oleh UKM Rebana UPGRIS ini diikuti oleh 16 grup rebana dari seluruh pelosok Jateng dan DIY.
Terpilih sebagai Juara II adalah Grup Rebana Sulthonud Dufuf dari Purwokerto Banyumas. Sedangkan untuk Juara III adalah Grup Rebana Ipqosh Unsiq Kabupaten Wonosobo. Juara Vokal Terbaik diraih Grup Rebana JHQ Al Kautsar dari Kota Semarang. Dan Juara Jingle Terbaik diraih Grup Rebana Alhamdulillah.

Grup rebana lain yang terlibat dalam ajang ini di antaranya: Hadroh MAN Pemalang (Kabupaten Pemalang), Khalilurrohman (Kota Surakarta), Muhammad Nabina (Kota Semarang), Black Panda (Kendal), El Ma’haduna (Kota Semarang), dan Rebana Nurutalamidz MAN Demak (Kabupaten Demak).
Ada pula Tim A MAN Pemalang (Kabupaten Pemalang), Syifa Nada (Kota Salatiga), MA Al Ikhwan (Kabupaten Demak), Nahawand Sikka MA An Nawawi Berjan (Kabupaten Purworejo), Al Ma’arijz SMA Takhasus Al Qur’an (Kabupaten Wonosobo), dan Sultonud Dufuf Purwokerto (Kabupaten Banyumas).

Ketua UKM Rebana, Muhammad Abdurrouf, mengatakan bahwa kegiatan Festival Banjari Najwa Fest 2026 merupakan agenda rutin tahunan yang mempertemukan para pemain rebana dalam sebuah ajang perlombaan. Melalui ajang ini, para pemain rebana bisa saling bersilaturahmi dan berbagi ilmu tentang rebana.
“Kami menggelar ajang ini agar para pemain rebana punya satu ajang khusus yang bisa menjadi ruang untuk saling mengukur sekaligus saling belajar cara bermain rebana,” ungkapnya.

Muhammad Abdurrouf berharap, kegiatan ini, juga bisa menjadi tempat untuk berkumpulnya grup rebana sekaligus menjadi tempat untuk saling mengukur kemampuan pada tiap gelarannya.
Kepala UPT Kemahasiswaan dan Alumni, Dr Maria Ulfah MPd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan event positif sebagai wadah mempererat komunikasi dan silaturahmi. Selain itu juga menjadi wadah bagi generasi muda menyalurkan bakat seni Islami dan mewariskan seni tabuhan tradisional.
“Selamat berjuang untuk 19 grup rebana yang telah bergabung dalam event ini. Keberanian untuk ikut adalah sebuah nilai plus, sedangkan perkara juara hanyalah bonus. Berikan tampilan yang kompak, lantunkan sholawat dengan indah, serta jadikan panggung ini sebagai sarana syiar,” tandasnya. (za)




