
SEMARANG, derapguru.com — Setiap manusia memiliki rupa-rupa perjalanan dan perjuangan hidup. Dan ketika segala rupa-rupa itu berakhir pada sebuah titik “pencapaian”, maka sebuah apresiasi dan ucapan selamat layak diberikan atas kebertahanannya dalam menghadapi perjuangan hidup.
Cara melihat dan mengapresiasi segala bentuk perjuangan para wisudawan inilah yang disampaikan Rektor UPGRIS, Dr H Sapto Budoyo SH MH, dalam “Upacara Wisuda ke-84 Universitas PGRI Semarang” yang digelar di Balairung UPGRIS, Selasa-Rabu, 13-14 Oktober 2026.

Sapto mengatakan, ada begitu banyak cerita yang tidak pernah di balik segala perjuangan mahasiswa. Ada mahasiswa yang harus habis-habisan membagi waktunya antara bekerja dan kuliah. Ada mahasiswa yang harus jatuh bagun berjuang menyelesaikan tugas akhir di tengah persoalan keluarga. Ada yang harus bertahan sekuat tenaga mengatasi keterbatasan ekonomi.
“Ada pula yang menghadapi kegagalan, sebelum akhirnya berhasil sampai pada hari ini. Atas segala kerja keras, kesabaran, ketekunan yang telah membawa saudara sampai pada hari ini–yang membahagiakan ini–sekaligus hadir secara langsung di prosesi wisuda di Balairung pada pagi hari ini, sekali lagi kami ucapakan selamat,” urai Sapto.
Sapto menambahkan, keberhasilan seorang mahasiswa dalam menyelesaikan kuliah hingga sampai pada wisuda, tidak pernah berdiri sendiri. Di belakang setiap wisudawan yang mengenakan toga, ada orang yang bekerja keras, ada kelurga yang memberikan dukungan, dan ada doa-doa yang tidak pernah berhenti diucapkan.
“Pengorbanan seperti itu tidak pernah tercatat pada transkrip akademik. Tidak pula tercantum dalam ijazah yang hari ini diterima. Namun kami percaya pengorbanan itu yang menjadi kekuatan terbesar di balik keberhasilan para wisudawan,” tandasnya.

Pembina UPGRIS yang juga Ketua PGRI Jawa Tengah sekaligus Anggota Komite III DPD RI, Dr H Muhdi SH MHum, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih pada para orang tua yang telah mempercayakan putera-puterinya untuk kuliah di Kampus Universitas PGRI Semarang.
“Alhamdulillah hari ini lulus, maka mari bersama-sama kita doakan anak-anak kita agar tumbuh berkembang menjadi sarjana-arjana yang tidak hanya cepat dalam mendapat tempat bekerja, tapi lebih dari itu, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang akan memimpin bangsa ke depan,” ungkap Muhdi.
Muhdi juga mengucapkan terima kasih peran orang tua yang telah memberikan sumbangan untuk pengembangan kampus UPGRIS. Berbagai bantuan yang diberikan oleh para orang tua semuanya telah dipergunakan untuk melengkapi fasilitas perkuliahan mahasiswa di kampus UPGRIS.
“Terima kasih sudah memercayakan putera puteri Bapak Ibu pada kampus UPGRIS. Dan terima kasih pula telah memberikan sumbangan dana untuk pengembangan kampus tercinta ini. Mudah-mudahan sumbangan yang sudah dikeluarkan bisa membawa keberkahan bagi semua,” tandas Muhdi.

Sementara itu, Wakil Rektor I UPGRIS, Prof Dr Nur Khoiri MPd, melaporkan bahwa jumlah wisudawan pada periode ini sebanyak 1255 wisudawan. Para wisudawan tersebut dibagi dalam dua sesi wisuda, yakni wisuda sesi I (13/10) sebanyak 697 wisudawan dan wisuda sesi II (14/10) sebanyak 552 wisudawan.
“Untuk upacara wisuda sesi I, diikuti wisudawan dari FIP sebanyak 484 lulusan, FPIPSKR sebanyak 484 lulusan, FPIPSKR sebanyak 484 lulusan, dan FPBS sebanyak 60 lulusan.
Sedangkan untuk wisuda sesi II diikuti wisudawan dari Pascasarjana sebanyak 140 lulusan, dan FPMIPATI sebanyak 58 lulusan. Di luar itu ada pula lulusan FTI sebanyak 183 lulusan, FH sebanyak 39 lulusan, dan FEB sebanyak 138 lulusan.
“Dari total wisudawan sebanyak 1255 lulusan tersebut, 37 persen di antaranya berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan 63 persen di antaranya berjenis kelamin perempuan,” tandas Prof Khoiri. (za)




