
SEMARANG, derapguru.com — Kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari hal sederhana, seperti kesediaan mendengarkan cerita, memahami perasaan, dan memberikan dukungan kepada orang lain.
Semangat inilah yang diangkat oleh empat mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melalui Program SAPA (Sahabat Peduli Antar Sesama) di Kelurahan Rejosari, Sabtu 10 Oktober 2026.
Keempat mahasiswa tersebut terdiri atas Azam Syafrudin, Amalia Catur, Titis Arum Pramu Shinta, dan Dyan Ayu. Mereka sedang melaksanakan Magang Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, di bawah bimbingan Dosen Pendamping Dr Suhendri SPd MPdKons.

Program SAPA diikuti oleh pemuda Karang Taruna Rejosari dengan fokus pada pelatihan konseling teman sebaya dan sosialisasi Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Kegiatan ini mendapat dukungan dari Lurah Rejosari, Ema Nurhayati SE MM, sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat.
Sesi pelatihan konseling teman sebaya disampaikan oleh Desvia Nur Afifah dari Peer Counselor UPGRIS. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi positif, mendengarkan secara aktif, menunjukkan empati, serta mengenali permasalahan yang dialami teman sebaya.
Selain penyampaian materi, peserta mengikuti kegiatan “Goresan Rasa” dengan menuliskan perasaan, harapan, dan pesan positif pada kertas catatan berwarna yang ditempelkan pada sebuah papan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengekspresikan diri sekaligus menyampaikan dukungan dan semangat kepada sesama.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa setiap orang memiliki perasaan dan persoalan yang berbeda. Kesediaan untuk mendengarkan tanpa menghakimi serta memberikan dukungan yang tepat menjadi langkah sederhana dalam membangun hubungan pertemanan yang sehat dan penuh kepedulian.
Selain pelatihan konseling teman sebaya, kegiatan SAPA juga diisi dengan sosialisasi IBM oleh tim Agen Pemulihan (AP) Kelurahan Rejosari. Materi ini memberikan pemahaman mengenai peran masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan awal permasalahan penyalahgunaan narkoba.
Melalui Program SAPA, mahasiswa BK UPGRIS berharap pemuda Karang Taruna Rejosari mampu menerapkan keterampilan komunikasi dan empati dalam kehidupan sehari-hari serta berperan aktif menciptakan lingkungan yang sehat dan peduli. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menerapkan ilmu bimbingan dan konseling di tengah masyarakat. (za)




