
Banjarnegara, derapguru.com-Agenda orang tua mengajar di SDIT Permata Hati Banjarnegara, Sabtu 26 September 2026 berbeda dengan bulan lalu. Kalau bulan lalu para murid diajak belajar permainan tradisional, maka edisi kali ini para orang tua murid yang berprofesi sebagai polisi bertindak sebagai guru.

Namun karena polisi tersebut adalah orang tua murid, maka sama sekali tidak ada kesan kaku atau menyeramkan. Anak-anak tampak akrab berinteraksi dengan para polisi yang tak lain orang tua dari beberapa murid.
Hari itu, Ipda Ari Setyawan, S. Pd, Bripda Windy Widiyarti, S.H. dan Bripda Renti Putristia dari Satlantas Polres Banjarnegara memberikan materi mengenai keselamatan berkendara dan juga beberapa ilmu aplikatif yang sehari-hari ditemui murid.

“Anak-anak kita tekankan lagi agar senantiasa memakai helm untuk keselamatan berkendara roda dua. Meskipun mereka anak-anak, tapi tetap wajib memakai helm. Karena justru mereka adalah kelompok rentan, dan mereka adalah pemegang masa depan bangsa. Jadi harus kita pastikan keselamatannya,” ujar Ipda Ari.
Tak hanya itu, Bripda Windy dan Bripda Renti juga memberikan materi terkait bersosial media. Menurut mereka, agar anak-anak tidak terkena masalah hukum, harus menyaring dulu informasi yang ada, baru kemudian melakukan sharing.

“Etika digital perlu. Apa lagi hoax dan kejahatan dunia maya kan luar biasa. Anak-anak harus tahu bahaya sosial media, tahu mana bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain, termasuk di share di media sosial, dan berani speak up kalau terjadi atau melihat pelecehan seksual. Orang tua juga harus proaktif memonitor gawai anak-anak,” ujar Bripda Renti. (Heni P)




