
DEMAK, derapguru.com — Tim KKN Tematik Universitas Diponegoro (Undip) yang bertugas di Desa Wedung Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, menggelar pelatihan pembuatan eco enzyme bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Pelatihan yang diberi tajuk “Eco Enzyme dan Edukasi Pengolahan Sampah sebagai Upaya Pencegahan Penularan Infeksi dalam Mendukung Pencapaian SDGs Bidang Kesehatan”, digelar di Ruang Pertemuan Balai Desa Wedung, belum lama ini.
Eco enzyme adalah cairan serbaguna ramah lingkungan yang dihasilkan dari proses fermentasi limbah organik dapur (seperti kulit buah dan sisa sayuran) yang dicampur dengan gula (seperti gula merah atau molase), dan air.

Mahasiswa KKN Tematik Undip, Malika Aisya, mengatakan bahwa pelatihan pembuatan eco enzyme ini selain untuk menekan jumlah sampah organik di masyarakat juga untuk menyehatkan kembali kondisi lingkungan yang rusak.
“Pelatihan ini diikuti anggota PKK dan kader Desa Wedung. Sedangkan Tim KKN Tematik Undip yang diterjunkan berasal dari berbagai disiplin ilmu, yakni Program Studi Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Teknik Lingkungan, dan Teknik Geologi,” ungkap Malika.
Tidak sekadar memberikan sosialisasi, lanjut Malika, Tim KKN juga mengajak peserta mempraktikkan langsung proses pembuatan eco enzyme. Praktik dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil dengan pendampingan mahasiswa KKN sehingga peserta dapat berdiskusi dan memahami setiap tahapan pembuatan.

Leptosirosis
Selain memberikan pelatihan pembuatan eco enzyme, Malika menuturkan bila Tim KKN juga memberikan sosialisasi mengenai leptospirosis. Leptospirosis adalah penyakit infeksi menular dari hewan ke manusia (zoonosis) yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral dari genus Leptospira yang biasanya hidup dalam kencing tikus.
Leptosirosis bila tidak ditangani secara baik bisa menimbulkan komplikasi parah seperti gagal ginjal, kerusakan hati, penyakit Weil, hingga kematian. Sosialisasi masalah leptosirosis ini juga menjadi bagian lain dari program KKN Tematik Undip, yakni “Skrining Leptospirosis dan Edukasi Pengelolaan Sampah sebagai Upaya Pencegahan Penularan Infeksi dalam Mendukung Pencapaian SDGs Bidang Kesehatan.”
“Peserta juga kami tunjukkan peta daerah rawan leptospirosis di sekitar Desa Wedung. Kami berikan pemahaman mengenai kondisi lingkungan serta potensi risiko penularan penyakit di wilayah tempat tinggal mereka,” pungkas Malika. (za)




