
130 Kepala Sekolah Jateng–DIY Bergerak Menuju Sekolah Berkualitas dan Dicintai Masyarakat
SEMARANG — Derapguru.com
Sebanyak 130 kepala sekolah PGRI dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB asal Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mengikuti Workshop Transformasi Persekolahan PGRI yang berlangsung pada 16–18 September 2026 di Gedung P4G UPGRIS, Semarang.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para kepala sekolah untuk memperkuat kepemimpinan, berbagi pengalaman, serta mencari solusi terhadap berbagai tantangan nyata dalam mengembangkan sekolah PGRI.

Dalam laporan pembukaan, Mualif, S.Pd., M.M. menyambut baik terselenggaranya workshop dan menyampaikan kesiapan seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan secara penuh dari awal hingga akhir.

Workshop dibuka oleh Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sri Suciati, M.Hum. Dalam sambutannya, ia membagikan “jurus ampuh” dalam mengelola UPGRIS yang dirangkum dalam KOKODIFO: Komitmen, Konsisten, Disiplin, dan Fokus. Empat prinsip tersebut menjadi pesan penting bahwa transformasi organisasi membutuhkan komitmen yang kuat dan konsistensi dalam menjalankan perubahan.

Inspirasi berikutnya disampaikan oleh Dr. H. Basyarudin Thayib, M.Pd. Ia berbagi pengalaman 43 tahun pengabdian dan perjuangannya mengembangkan SMA Plus PGRI Cibinong hingga menjadi sekolah pilihan utama masyarakat. Peserta diajak memahami bahwa keberhasilan sekolah tidak dibangun secara instan, tetapi melalui kerja keras, inovasi, keberanian berubah, dan konsistensi. Ia juga menyampaikan sejarah perjuangan PGRI sebagai penguatan nilai dan identitas perjuangan organisasi.

Workshop menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. Agus Rohiman, M.Pd., James Tomassau, M.Kom., dan Dr. Fransisca, M.Pd. Pembelajaran tidak hanya berupa paparan materi, tetapi dikemas melalui aktivitas praktik, diskusi, refleksi, dan pemecahan studi kasus yang kontekstual dengan kebutuhan sekolah.

Studi kasus yang dibahas tidak hanya berupa kasus yang disiapkan narasumber, tetapi juga persoalan nyata yang diangkat langsung oleh peserta dari sekolah masing-masing. Peserta bersama-sama menganalisis masalah, menemukan akar persoalan, dan merumuskan alternatif solusi yang dapat diterapkan di sekolah.
Workshop semakin kaya dengan sesi sharing best practice dari Hj. Fitri Maria Ulfah, S.Pd., M.Pd., Kepala SMA PGRI 3 Kayen, dan Yanto Raharjo, S.Si., M.A., Kepala SMK PGRI Taman. Pengalaman nyata tersebut menunjukkan bahwa transformasi sekolah dapat dimulai dengan membaca potensi, membangun inovasi, memperkuat budaya kerja, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Kegiatan ditutup oleh Ketua Perwakilan YPLP Provinsi Jawa Tengah pada 18 September 2026. Workshop diharapkan tidak berhenti sebagai forum berbagi pengetahuan, tetapi menjadi titik awal bagi para kepala sekolah untuk membawa aksi nyata transformasi ke sekolah masing-masing.
Dari Semarang, 130 kepala sekolah PGRI membawa pulang bukan sekadar materi, tetapi semangat baru untuk bergerak, berinovasi, berkolaborasi, dan menjadikan sekolah PGRI semakin berkualitas, dipercaya, serta dicintai masyarakat.(Agus Rohiman/Wis)




