
SEMARANG, derapguru.com — Bagian kehumasan sekolah seringkali memperlakukan media sosial (medsos) secara gegabah. Mereka memposting kegiatan apapun di media sosial sehingga memperlakukan media sosial seperti media massa.
Posting semua kegiatan di media sosial bukannya memperkuat branding, tapi justru membuat proses branding bias dan tidak terfokus. Mestinya yang di-posting di media sosial bukan semua kegiatan, tapi dipilah berapa dokumen kegiatan yang memiliki pesan sejalan dengan branding yang sedang dibangun.
Pemahaman tersebut disampaikan Praktisi Branding yang juga Academic Director and Head of School Sekolah Bogor Raya, Dr Fransisca Wahyu Ari Susilawati MPd, saat memberikan materi dalam “Workshop Transformasi Persekolahan PGRI Tahun 2026” di UPGRIS Kampus Sriwijaya, Kamis 17 September 2026.

“Instagramnya Sekolah Bogor Raya kalau Bapak Ibu lihat, kontennya yang beberapa tahun yang lalu, atau konten sekitar satu setengah lalu, saya hapus semua. Makanya kontennya ga banyak. Karena apa? Kontennya random, apa-apa diposting, tidak beraturan, tidak berirama, sehingga message-nya tidak konsisten,” ungkap Fransisca.
Fransisca yang juga Kepala Departemen Hubungan Luar Negeri PB PGRI ini menambahkan, ketika sekolah ingin membangun branding, sekolah harus mampu membuat masyarakat percaya atas nilai-nilai yang dimiliki sekolah. Kepercayaan masyarakat ini penting, tapi seringkali dipengaruhi oleh first impression (kesan pertama) yang ditangkap oleh masyarakat saat melihat sekolah.
“First impression itu always matter. Dan first impression itu hanya sekali, tidak akan ada kesempatan kedua. Jadi sayang sekali kalau etalase sekolah kita membuat orang lain merasa males saat melihat. Sekolah harus mampu menarik perhatian saat pertama kali dilihat atau dikenali,” ungkap Fransisca.

Di luar itu, Fransisca juga mengingatkan, pentingnya informasi sekolah tersampaikan pada masyarakat. Sekolah punya keunggulan-keunggulan tertentu tapi masyarakat tidak tahu. Maka penting bagi sekolah untuk menunjukkan value-value yang dimiliki.
“Salah satu alat bagi kita untuk promosi adalah kalimat yang bunyinya begini: your school maybe excellent Inside (sekolahmu, di dalamnya bisa jadi sangat sempurna). Tapi the door is closed (pintunya tertutup). Bagaimana orang bisa tahu?” ungkap Fransisca.
Maka dari itu, lanjut Fransisca, segala kehebatan sekolah memang harus dipromosikan. Orang-orang harus diberi tahu supaya mereka memiliki first impression yang baik terhadap sekolah-sekolah kita. (za)




