
Derapguru.com -MUNTILAN, MAGELANG.
— Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus bergerak cepat, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Magelang mengambil langkah progresif. Dalam perhelatan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Masa Bakti XXIII yang dihelat di Gedung Graha Dwija PGRI pada Sabtu, 1 Agustus 2026, organisasi menetapkan arah kebijakan dan prioritas program kerja tahun 2026–2027 yang berfokus pada transformasi digital serta penguatan karakter peserta didik.
Ketua PGRI Kabupaten Magelang, H. Susno, S.Pd., M.Pd., dalam arahannya menekankan bahwa peran guru di era modern jauh melampaui batas-batas ruang kelas konvensional. Guru tidak hanya sekadar mengajar ilmu pengetahuan, melainkan bertindak sebagai arsitek peradaban bangsa.
“Lebih dari sekadar mengajar di kelas, kita adalah arsitek peradaban. Mari kita gaungkan terus program pembiasaan baik di sekolah, menciptakan ekosistem belajar yang humanis melalui semangat penguatan karakter, agar anak-anak Magelang tumbuh menjadi generasi yang berkarakter hebat dan berakhlak mulia,” tegas H. Susno di hadapan ratusan peserta Konkerkab.
Sejalan dengan komitmen tersebut, arah kebijakan program kerja PGRI Kabupaten Magelang tahun 2026 menitikberatkan pada empat pilar prioritas strategis:
Penguatan Tata Kelola Organisasi dan Digitalisasi: Melanjutkan konsolidasi kelembagaan hingga tingkat ranting serta memperluas pemanfaatan sistem administrasi dan pendataan anggota berbasis digital yang transparan.
Peningkatan Kompetensi dan Karier Pendidik: Mengawal pelatihan kapasitas guru, diseminasi regulasi pendidikan terbaru, serta bersinergi dalam program pengembangan kompetensi berbasis psikologi anak dan pembentukan karakter.
Perlindungan dan Advokasi Profesi: Memperkuat peran lembaga bantuan hukum untuk memberikan rasa aman serta pendampingan memadai bagi guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Kesetiakawanan Sosial dan Kesejahteraan: Meningkatkan kualitas layanan sosial melalui ketertiban pengelolaan Dana Setiakawan (Daspen) dan santunan kemanusiaan bagi anggota.
Selain itu, dalam forum strategis yang turut dihadiri oleh Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah H. Sakbani, S.Pd., M.H., dan Wakil Bendahara H. Muslih, S.Pd., M.Acc., ini, PGRI juga menyatakan dukungannya terhadap program-program pemerintah daerah. Melalui rumusan program kerja yang aplikatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk respons terhadap pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) tanpa membebani guru dengan administrasi berlebihan.
PGRI Kabupaten Magelang optimis dapat terus mengawal mutu pendidikan demi mewujudkan visi besar “Guru Bermutu Indonesia Maju”.(Arman/Wis)




