
Banjarnegara, derapguru.com-Hari pertama sekolah, Senin 13 Juli 2026, tampak menyala. Sejak pagi hari, jalanan di Banjarnegara sudah padat merayap. Semua orang tidak ingin ada yang terlambat di hari pertama sekolah. Orang tua pun sejak kemarin sudah menyiapkan aneka perlengkapan sekolah anaknya, sehingga toko ATK, toko sepatu dan juga tukang cukur rambut menjadi tempat paling banyak antrian.
Kemendukbangga/BKKBN bahkan sejak tahun lalu selalu menggembar-gemborkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) untuk membangun bonding ayah dengan anak di tengah maraknya fenomena father less.

Di SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara, 288 murid baru antusias mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mereka masuk ke lapangan upacara yang sudah berhias rumbai-rumbai seperti lapangan sebuah festival. Tak ada atribut aneh yang harus mereka kenakan, memakai seragam SMP biasa dan hanya memakai cocard untuk memperjelas identitas mereka.
Kepala SMAN 1 Sigaluh Linovia Karmelita membacakan sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Sadimin yang wajib dibacakan di semua SMA SMK Negeri di Jawa Tengah.
“MPLS bukan ajang perploncoan namun sebagai ajang menggali potensi diri dan mengenal seluruh aspek sekolah,” begitu bunyi sambutan Sadimin.

Murid lama yang juga masuk sekolah hari pertama bukannya tanpa kegiatan. Di kelas XI 7 SMAN 1 Sigaluh misalnya, mereka maju satu-satu memperkenalkan diri di depan kelas dan teman baru mereka. Tak hanya itu, mereka juga menenteng raport untuk dikembalikan kepada wali kelas mereka yang baru. Tengah hari, mereka menuliskan surat untuk diri sendiri, berisi mimpi-mimpi dan cita-cita setahun ke depan, dan akan jadi kapsul waktu yang disimpan wali kelasnya untuk dibuka setahun mendatang.
Wajah mereka tampak sumringah karena hari ini lengkap dengan hadirnya mobil SPPG yang mengantarkan MBG, tanda bahwa sepertinya harapan terus mendapatkan makan siang gratis tetap ada di tengah kasus korupsi yang tengah mendera elit BGN. (Heni P)




