
PURWOREJO, derapguru.com — Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr Hj Sri Suciati MHum, menyampaikan bahwa PGRI Purworejo termasuk salah satu organisasi yang sangat tertib aturan organisasi. Hal tersebut dibuktikan dari pelaksanaan Konferensi Kerja II (Konker II) yang digelar saat ini.
“Aturan organisasi, konferensi kerja kabupaten digelar selambat-lambatnya 6 bulan setelah konferensi kerja provinsi. Dan PGRI Purworejo termasuk yang awal-awal menggelar konferensi,” ungkap Sri Suciati saat membuka Konker II PGRI Purworejo yang digelar di Gedung Guru PGRI Purworejo, Sabtu 4 Juli 2026.



Sri Suciati menambahkan, saat ini masih banyak guru-guru yang mempertanyakan kiprah organisasi PGRI. Mereka mengatakan PGRI hanya menarik iuran saja pada anggota. Oleh karena itu, Sri Suciati meminta para guru-guru bisa terlibat aktif dalam organisasi supaya tahu betul apa yang telah dilakukan organisasi selama ini.
Ada banyak yang telah dilakukan, beberapa di antaranya adalah perjuangan Usia Pensiun Guru 60 tahun, lahirnya Tunjangan Profesi Guru (TPG), pengangkatan guru K2 langsung menjadi PNS pada masa Presiden SBY, pengangkatan 1 juta guru yang usianya tidak bisa lagi ikut seleksi CPNS untuk diangkat melalui mekanisme PPPK.
Yang terbaru adalah perjuangan mutasi guru ke sekolah terdekat dengan tempat tinggal supaya guru tidak kelelahan saat mengajar. Dan, perjuangan untuk diberikan izin pencantuman gelar yang diperoleh baik mekanisme kuliah yang diizinkan dinas ataupun tidak.



“Ada juga perjuangan yang dilakukan secara insidental, seperti pemberian bantuan hukum bagi guru-guru yang bermasalah. Salah satu fungsi iuran anggota adalah untuk membiayai sewa pengacara dan persidangan. Dan semua biaya itu tidak kecil. PGRI memberikannya secara gratis,” ungkap Sri Suciati.
Terkait dengan rencana pembangunan Gedung Guru di atas tanah sendiri, Sri Suciati memberikan apresiasi tersendiri atas upaya yang dilakukan pengurus PGRI Purworejo. Langkah ini sangat tepat untuk menghindari konflik di kemudian hari apabila tanah yang ditempati diminta olah yang memiliki.
“Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan pengurus PGRI Purworejo dalam upaya memiliki Gedung Guru di atas tanah sendiri. Kami juga akan segera berkoordinasi dengan Pengurus PGRI Jawa Tengah agar kami yang dari provinsi bisa turut menyumbang pembangunannya,” tandas Sri Suciati. (za)



