
Banjarnegara, derapguru.com- Jika Anda melewati jalan nasional di Kecamatan Sigaluh Banjarnegara, jangan heran jika di lapak-lapak durian di sepanjang pinggir jalan tampak tersedia durian meskipun bukan musim durian. Hal itu, kadang terjadi karena ada droping dari luar kota, terutama Sumatera. Namun jika beruntung, terkadang ada juga durian lokal asli Sigaluh dengan cita rasa istimewa. Karena istimewa, maka harganya pun istimewa, bisa sampai dia kali lipat dari harga normal saat panen raya. Namun tentunya bagi penggemar durian sejati, harga tentu bukan masalah, karena yang terpenting adalah rasa.
Pemilik Agung Durian Gembongan Sigaluh, Agung Fitri Adinata menjelaskan bahwa ada durian yang tetap berbuah meskipun musim durian sudah lewat, namanya durian Slandren.
“Jadi durian ini mengalami musim berbuah yang panjang. Pohonnya musim lalu sudah berbuah, sekitar bulan November-Desember, ketika sudah mau habis buahnya ternyata muncul bunga baru susulan. Nah sekarang bisa memulai panen. Namun jumlahnya tentu terbatas, tidak sebanyak saat panen raya,” jelas Agung.
Menurut Agung kondisi munculnya durian Slandren ini bisa terjadi pada semua jenis pohon durian, lebih khusus durian lokal Banjarnegara dan durian unggulan Simimang.
“Namun pengalaman saya, varian durian Malaysia seperti Musang King dan Thailand Monthong juga bisa. Tergantung perawatan pohonnya,” tambah Agung yang juga berprofesi sebagai guru SMAN 1 Karangkobar ini.
Biasanya, tambah Agung, munculnya durian Slandren karena nutrisi pohon penuh, dari segala unsur, dan setting perawatan berkelanjutan dari pra panen sampai pasca panen.
“Kalau perawatannya bagus, pupuknya bagus ya bisa setahun panen dua kali. Namun kalau perawatannya kurang, yang terjadi paska panen raya banyak pohon durian yang mati. Maka perawatan pohon menjadi kunci keberhasilan berkebun durian,” tandas Agung. (Heni P)




