
Dr Hj Sri Suciati M Hum
Surakarta, derapguru.com-PGRI Jawa Tengah mengapresiasi Pengurus PGRI Kota Surakarta yang telah nengambil waktu awal menyelenggarakan Konferensi Kerja Tahun Kedua, setelah digelarnya Konkerprov II PGRI Jateng. “Kami mengapresiasi Pengurus PGRI Kota Surakarta yang telah mengambil waktu awal penyelenggaraan Konferensi Kerja Tahun Kedua, sehingga masuk 10 besar setelah digelarnya Konkerprov II PGRI Jateng”, ujar Wakil Ketua PGRI Jateng, Dr Hj Sri Suciati M Hum, saat memberikan sambutan, mewakili Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi, dalam pembukaan Konferensi Kerja Tahun Kedua PGRI Kota Surakarta yang di gelar di Hotel Sahid Jaya Surakarta, Rabu, 24 Juni 2026. “Apresiasi juga kami diberikan karena PGRI Kota Surakarta sudah lunas membayar iuran anggota”, tambah Sri Suciati.
Dijelaskan, bahwa Iuran anggota ibarat darahnya organisasi, yang akan membuat organisasi bergerak menjalankan program kerjanya. Tetapi iuran anggota saja tidak cukup untuk membiayai seluruh kegiatan orgaisasi. Karena iuran anggota yang Rp. 8000 per anggota itu dibagi untuk kegiatan organisasi untuk Cabang, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat (PB PGRI).
Karena itu PGRI Jawa Tengah memiliki sejumlah usaha, untuk mencukupi kebutuhan organisasi yang tidak terpenuhi oleh iuran anggota. Kegiatan usaha milik PGRI Jawa Tengah itu meliputi, Biro Umroh Safara, Hotel New Kencana Purbalingga, BPR Guru, Derap Guru, dan lain-lain. Selain itu PGRI Jateng juga memiliki alat kelengkapan organisasi dan anak lembaga yang berperan membantu pelaksanaan program PGRI, salah satunya YPLP PT yang mengelola Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). “Upgris itu membantu hampir 1 milyard per tahun untuk pelaksanaan program PGRI Jateng”, ujar mantan Rektor Upgris ini menjelaskan.

Sri Suciati kemudian mengungkapkan, UPGRIS adalah satu-satunya Perguruan Tinggi milik PGRI Jateng, yang sangat luar biasa dan kini sedang mempersiapkan diri untuk akreditasi Internasional, pada awal Agustus nanti. “Ada sejumlah assessor dari luar negeri yang akan datang ke UPGRIS untuk melakukan akreditasi Internasional awal Agustus nanti, jelas Sri Suciati menambahkan.
Kepada peserta Konkerkot II PGRI Kota Surakarta, Sri Suciati mengharapkan terus meningkatkan soliditas dan Solidaritasnya serta ber Gotong Royong bersama menjadikan PGRI sebagai rumah yang nyaman dan menyejukkan bagi anggota.
Ditambahkan, tahun 2026 menuntut kita dan para guru bergerak lebih cepat, Perkembangan teknologi dan AI tidak perlu kita takuti. Akan tetapi AI yang kita bawa ke ruang kelas perlu ada pengawalan dari para guru. Karena AI tidak punya empati dan hati Nurani, maka guru yang punya empati, hati nurani, dan kreativitas harus hadir membimbing, mendampingi dan mengawal anak-anak, agar anak-anak mampu memanfaatkan teknologi dan AI dengan benar.
“Ibarat sedang berlayar, anak-anak bisa jadi tidak mengerti sampai batas mana harus berlayar, tidak tahu ada batu karang dan badai yang mengancam, maka guru harus hadir untuk membimbing, mendampingi dan mengarahkan anak-anak, agar mereka mampu memanfaatkan teknologi dan AI dengan benar”, jelas Sri Suciati.
Untuk itu Sri Suciati mengingatkan bahwa guru tidak cukup hanya menguasai “high tech” tetapi juga “high touch”, agar mampu menjadikan murid terus tumbuh, berkembang, dan berbuah, sesuai potensinya.
“Bukan berarti menjadi guru itu harus yang sempurna, tetapi jadilah guru teladan, guru pembahagia, guru yang mampu membangkitkan semangat belajar murid-murid, agar mereka terus tumbuh, berkembang, dan berbuah, sesuai potensinya”, jelas Sri Suciati.
Wakil Ketua PGRI Jateng, Dr Hj Sri Suciati selanjutnya mengaku bangga dan gembira, atas Sinergitas PGRI Kota Surakarta dengan Pemerintah Kota Surakarta, untuk memastikan masa depan terbaik bagi anak-anak dan kemajuan bangsa Indonesia, melalui Upaya mewujudkan Pendidikan bermutu.
Kepada Walikota, melalui Kepala Dinas Pendidikan, Sri Suciati memohon untuk bersama-sama memastikan nasib guru honorer yang mssih tersisa belum terangkat jadi ASN, segera terselesaikan. Begitu juga untuk guru-guru P3K paruh waktu, agar status dan kesejahteraannya dapat segera ditingkatkan
“Status dan kesejahterasn guru paruh waktu menjadi Tanggung jawab jawab kita bersama, demikian juga persoalan masih banyaknya rangkap habatan Kepala Sekolah, agar menjadi perhatian bersama”, ungkap Sri Suciati.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Dwi Ariyatno, S.STP MAP, mewakili Walikota Surakarta Respati Achmad Ardianto.
Sebelumnya Ketua PGRI Kota Surakarta, Drs Wahyono, MPd menyampaikan sambutan singkat dan terima kasih atas kehadiran dan dukungan semua pihak atas terselenggaranya Konferensi Kerja II PGRI Kota Surakarta, dengan Tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju”.(pur)




