
Derapguru.com – Semarang.
Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah sekaligus Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan kekuatan organisasi PGRI Jawa Tengah ditopang soliditas anggota, pengembangan lembaga pendidikan, dan penguatan yayasan organisasi.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan silaturahmi dan studi tiru Pengurus PGRI Kabupaten Lampung Timur di Semarang, Kamis, 14 Mei 2026.
Dalam pemaparannya, Sri Suciati menjelaskan struktur organisasi PGRI Jawa Tengah tidak hanya bergerak dalam perjuangan profesi guru, tetapi juga mengelola berbagai lembaga pendidikan dan yayasan yang menopang keberlangsungan organisasi.

Menurutnya, keberadaan yayasan pendidikan dan unit usaha organisasi memberi kontribusi besar terhadap pengembangan PGRI Jawa Tengah. Ia menyebut seluruh lembaga pendidikan milik PGRI diarahkan tetap sehat dan berkembang agar mampu mendukung pelayanan organisasi kepada anggota.
“Semua lembaga yang dikelola PGRI harus hidup sehat dan memberi kontribusi bagi organisasi,” kata Sri Suciati.

Anggota PGRI Terus Bertambah
Dalam pemaparan organisasi disebutkan jumlah anggota PGRI Jawa Tengah terus mengalami peningkatan sepanjang 2025. Pada Januari 2025 jumlah anggota tercatat 191.663 orang dan meningkat menjadi 194.892 anggota pada Desember 2025 atau bertambah 3.229 anggota.
Peningkatan tersebut dinilai menjadi indikator masih kuatnya kepercayaan guru terhadap organisasi profesi PGRI di Jawa Tengah.
Sri Suciati mengatakan kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan jumlah anggota, tetapi juga kemampuan organisasi membangun pelayanan dan solidaritas antaranggota hingga tingkat bawah.

Gedung Guru Jadi Pusat Sejarah
Dalam kegiatan itu juga dijelaskan keberadaan Gedung Guru Jawa Tengah di Jalan Lontar Semarang yang menjadi salah satu pusat sejarah perkembangan organisasi dan pendidikan PGRI Jawa Tengah.
Gedung tersebut sejak awal dibangun sebagai pusat kegiatan pendidikan dan organisasi guru serta menjadi bagian dari perkembangan lahirnya Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).“Gedung Guru Jawa Tengah menjadi bagian sejarah perkembangan pendidikan dan organisasi PGRI,” ujarnya.
Solidaritas Guru Melalui Yayasan
Selain penguatan organisasi, Sri Suciati juga menyinggung peran Yayasan Dana Setiakawan Guru Jawa Tengah (YDSGJT) sebagai bentuk solidaritas antaranggota PGRI.

Menurutnya, anggota yayasan secara rutin memberikan sumbangan solidaritas yang digunakan membantu anggota saat memasuki masa pensiun maupun ketika mengalami musibah.
Program tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan PGRI Jawa Tengah dalam menjaga kepedulian dan ikatan antarguru, baik yang masih aktif mengajar maupun yang telah purna tugas.(Sapt/Wis)




