
Derapguru.com – Magelang
Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah sekaligus Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan perkembangan UPGRIS tidak lepas dari kekuatan organisasi PGRI Jawa Tengah yang memiliki jaringan luas hingga tingkat kabupaten, kota, cabang, dan ranting. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus PGRI Kabupaten dan Kota Magelang di Hotel Atria Kota Magelang, Minggu, 10 Mei 2026. “UPGRIS menjadi besar karena pemiliknya organisasi besar dan solid, yaitu PGRI Jawa Tengah,” kata Sri Suciati di hadapan peserta kegiatan.

Dalam pemaparannya, Sri Suciati menjelaskan PGRI Jawa Tengah tidak hanya bergerak sebagai organisasi profesi guru, tetapi juga mengembangkan berbagai usaha organisasi untuk menopang keberlangsungan program dan pelayanan kepada anggota.
Menurut Sri Suciati, iuran anggota selama ini belum mampu menutup seluruh kebutuhan pembiayaan organisasi. Namun PGRI tetap mampu menjalankan program organisasi karena memiliki berbagai unit usaha yang terus berkembang. Ia mencontohkan pengelolaan aset organisasi seperti Balairung beserta videotron yang memiliki nilai sewa mencapai puluhan juta rupiah.
Selain itu, PGRI Jawa Tengah juga mengembangkan berbagai usaha pendidikan dan media organisasi sebagai bagian penguatan kemandirian organisasi. “Meski iuran belum mencukupi pembiayaan organisasi, PGRI tetap bisa berjalan karena memiliki usaha organisasi,” ujarnya.
Dalam materi yang dipaparkan, jumlah mahasiswa baru UPGRIS menunjukkan tren pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Tahun akademik 2023/2024 jumlah mahasiswa baru mencapai 3.476 mahasiswa dan meningkat pada tahun akademik 2024/2025 menjadi sekitar 3.749 mahasiswa.
Pertumbuhan tetap terjadi pada tahun akademik 2025/2026 dengan jumlah mahasiswa baru sekitar 3.635 mahasiswa.
Menurut Sri Suciati, peningkatan jumlah mahasiswa menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi kampus untuk meningkatkan pelayanan pendidikan secara profesional.
Ia menilai perkembangan UPGRIS dipengaruhi tingginya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan milik organisasi guru.

Soliditas Organisasi Jadi Kekuatan.
Sri Suciati mengatakan kekuatan utama PGRI Jawa Tengah terletak pada soliditas organisasi yang terbangun hingga tingkat bawah. Jaringan pengurus kabupaten, kota, cabang, dan ranting dinilai menjadi modal besar dalam memperkuat keberadaan lembaga pendidikan milik PGRI.

Melalui penguatan organisasi dan pengelolaan usaha yang profesional, PGRI Jawa Tengah diarahkan tidak hanya menjadi organisasi perjuangan guru, tetapi juga organisasi yang mandiri dan mampu memberi manfaat nyata bagi dunia pendidikan. (Sapt/Wis)




