
SEMARANG, derapguru.com — Kemerdekaan Indonesia dapat tercapai karena peran dari generasi terdidik. Oleh karena itulah, para guru kemudian mendirikan Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB)–cikal bakal organisasi PGRI–untum membangun kesadaran kolektif bangsa.
Hal tersebut disampaikan Ketua PGRI Jawa Tengah yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI, Dr H Muhdi SH MHum, saat mengisi “Dialog Kebangsaan dan Kuliah Umum Ke-PGRI-an Mahasiswa Universitas PGRI Semarang” yang digelar di Balairung UPGRIS Kampus Cipto Semarang, Rabu 8 April 2026.
“Organisasi guru yang berdiri tahun 1912 inilah yang mengiringi kebangkitan kesadaran bangsa yang kemudian mendorong lahirnya proklamasi melalui generasi-generasi yang terdidik,” ungkap Muhdi.

Muhdi menandaskan, sejak dahulu kala bangsa ini sudah sadar betul bila untuk membangun sebuah bangsa yang maju hanya dapat dilakukan melalui jalan pendidikan. Maka bila bangsa ini hendak maju, jangan pernah tinggalkan pendidikan dan guru.
“Mengapa Korea Selatan dan Jepang begitu maju? Ya karena pendidikan. Kenapa kita bisa kalah dengan mereka? Wajar saja, karena pendidikan di Korea Selatan di atas 90 persen penduduknya berpendidikan S1. Bandingkan dengan rata-rata pendidikan Indonesia saat ini hanya sampai SMP, tidak sampai lulus SMP malah, hanya sampai kelas dua saja,” urai Muhdi.

Indonesia sebenarnya sudah ada upaya untuk membenahi sektor pendidikan, lanjut Muhdi, dengan menaikkan anggaran belanja negara mencapai 20 persen. Sayangnya, angka tersebut masih dicampur adukkan dengan kebutuhan lain seperti penggajian guru, tunjangan sertifikasi, bahkan sampai Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) UPGRIS, Dr Fenny Roshayanti MPd, menyampaikan bahwa PGRI merupakan salah satu organisasi profesi tertua di Indonesia yang memiliki sejarah panjang yang tidak bisa dipisahkan dengan perjuangan kemerdekaan dan karakter bangsa.

“Saat ini kita dihadapkan dengan tantangan zaman yang sangat kompleks, arus urbanisasi dan digitalisasi yang menuntut kita untuk adaptif. Namun di sisi lain, kita harus tetap teguh memegang jati diri sebagai bangsa Indonesia, dan di sinilah nilai-nilai ke-PGRI-an menjadi begitu penting dan relevan,” ungkap Fenny. (za).





