
SEMARANG, derapguru.com — Banyak warisan yang ditinggalkan sesepuh pengurus dalam organisasi PGRI Jateng. Dan hal yang paling berat adalah menjaga warisan agar terus bertahan dan dapat dikembangkan menjadi lebih besar lagi.
Hal tersebut disampaikan Ketua PGRI Jawa Tengah yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI, Dr H Muhdi SH MHum, dalam acara halal bihalal Paguyuban Keluarga Besar Pengurus PGRI Jawa Tengah di Kediaman Dr Muhdi, Sabtu 28 Maret 2026.
“Yang berat itu merawat warisan. Ada banyak warisan yang ditinggalkan para sesepuh kita. Mulai UPGRIS, daspen, hotel, sampai BPR Guru,” urai Muhdi.


Muhdi juga menyampaikan, dari warisan yang diamanahkan tersebut, semuanya masih terjaga dan berkembang baik. Daspen sudah kembali banyak anggotanya–setelah ratusan ribu anggota memasuki masa pensiun satu dekade terakhir–. Termasuk kampus UPGRIS, yang juga terus berkembang maju.
“UPGRIS terus berkembang. Jumlah mahasiswanya semakin banyak. BPR Guru juga sudah membuka cabang baru di Salatiga. Cita-cita Pak Sakbani (mendirikan cabang Salatiga, red), sudah tercapai ini. Hotel juga terus dikembangkan. Ada juga aset baru berupa pemancingan yang terus dibenahi,” urai Muhdi.


Terkait dengan fasilitas organisasi, Muhdi juga menyinggung masukan dari pengurus daerah, terkait dengan mobil operasional yang sudah cukup umur. Para pengurus daerah meminta supaya mobil operasional tersebut bisa diremajakan lagi. “Kita sedang mempersiapkan peremajaan mobil (operasional pengurus daerah). Bu suci sedang menghitung, semoga akhir tahun sudah bisa,” urai Muhdi.
Muhdi juga menyampaikan perkembangan sekolah-sekolah PGRI diberbagai daerah yang terus menunjukkan perkembangan positif. Bahkan tidak sedikit sekolah-sekolah PGRI yang sekarang sangat maju dan sangat kompetitif dengan sekolah-sekolah negeri unggulan.
“Dulu ada prediksi, yang bisa maju hanya SMK saja, yang SMA susah untuk dikembangkan. Tapi, di bawah pantauan Pak Mualip dan kawan-kawan ternyata banyak SMA PGRI yang luar biasa,” ungkap Muhdi.


Dalam kesempatan halal bihalal tersebut, Muhdi juga menyampaikan permohonan maaf pada seluruh pengurus dan keluarga besar PGRI Jawa Tengah. Muhdi juga meminta agar ikatan silaturahmi senantiasa dijaga dan kegiatan baik–seperti pertemuan paguyuban–yang juga harus dirawat dengan baik.
“Selalu ingat pesan para sesepuh: jaga apa yang sudah berjalan baik dan kembangkan apa yang bisa dikembangkan untuk kemajuan organisasi,” tandas Muhdi. (za)




