
Purbalingga, derapguru.com- Kemenangan timna futsal Indonesia di piala Asia menjadi bukti bahwa potensi Indonesia mungkin tidak di sepakbola, namun ada di saudara mudanya futsal. Hal ini menginspirasi duo sekolah di Rembang yang fokus mencetak calon bintang futsal, yaitu SMP dan SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga.
Pada ajang kompetisi ASURA Futsal Competition SMPN 1 Rembang berhasil menjadi juara 1 dan SMAN 1 Rembang mengukir sejarah secara beruntun dua tahun terakhir masuk ke babak final.
Ya, tim futsal SMP dan SMAN 1 Rembang kembali bersuara di panggung futsal pelajar. Dua sekolah dari kecamatan ini tampil gemilang dan menembus partai puncak ASURA Futsal Competition, membuktikan bahwa talenta muda dari Rembang tak bisa dipandang sebelah mata.
ASURA Futsal Competition merupakan kejuaraan futsal nasional yang diadakan oleh sport event organizer dan diikuti oleh tim-tim pelajar dari berbagai daerah. Untuk tingkat regional Purbalingga yang meliputi wilayah Barlingmas (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas), kompetisi ini digelar pada 5–12 Februari 2026 di Gor Sasana Krida Perwira Purbalingga. Pertandingan berlangsung kompetitif sejak babak penyisihan hingga final.
Di ajang bergengsi tersebut, duo Rembang tampil mencuri perhatian. SMPN 1 Rembang dan SMAN 1 Rembang sama-sama berhasil melangkah hingga babak final di kategori masing-masing, mengharumkan nama kecamatan Rembang di level regional.
Di partai final tingkat SMP, SMPN 1 Rembang tampil superior saat menghadapi SMPN 1 Bukateja. Permainan agresif, disiplin, dan penuh determinasi membuat tim asal Rembang ini tak terbendung. Mereka sukses mengunci kemenangan telak dengan skor 5-0 sekaligus memastikan diri sebagai Juara 1 ASURA Futsal Competition regional Purbalingga.
Sementara itu, perjuangan tak kalah dramatis ditunjukkan oleh SMAN 1 Rembang di kategori SMA. Berhadapan dengan SMA Muhammadiyah 1 Banjarnegara, laga berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim saling jual beli serangan dan kejar-mengejar angka hingga peluit panjang skor imbang 2-2. Pertandingan pun harus ditentukan lewat adu penalti yang menegangkan.
Dalam drama tos-tosan tersebut, SMAN 1 Rembang harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 4-3. Meski gagal membawa pulang trofi juara, capaian sebagai Juara 2 menjadi prestasi membanggakan sekaligus bukti konsistensi tim.
Keberhasilan SMAN 1 Rembang ini juga mengulang sejarah manis sebelumnya, ketika mereka sukses meraih Juara 2 pada ajang Bupati Cup Purbalingga. Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa tim futsal SMAN 1 Rembang kini menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan di level regional.
Di balik kesuksesan duo sekolah Rembang, terdapat sosok pelatih berpengalaman, Eko Wahyu Utomo. Tangan dinginnya dalam meramu strategi dan membangun mental juara menjadi faktor penting di balik performa impresif kedua tim. Eko Wahyu Utomo dikenal sebagai mantan pelatih yang pernah membawa tim futsal kabupaten Sukoharjo meraih gelar juara di ajang Porprov Jawa tengah.
“Anak-anak bermain dengan hati dan disiplin. Kami selalu menekankan kerja sama tim dan mental bertanding. Hasil ini adalah buah dari latihan keras dan komitmen mereka,” ujar Eko Wahyu Utomo kepada awak media, Senin 17 Februari 2026.
Salah satu pemain SMAN 1 Rembang, Dwi Abdi Setiawan, juga mengungkapkan rasa bangganya meski timnya harus puas di posisi kedua.
“Kami sudah berjuang maksimal sampai titik terakhir. Adu penalti memang soal mental dan keberuntungan. InsyaAllah ini jadi motivasi untuk kami agar musim berikutnya bisa naik satu tingkat lagi,” kata Abdi.
Keberhasilan ini bukan sekadar tentang trofi dan medali, melainkan tentang kerja keras, disiplin, serta semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pemain muda Rembang. ASURA Futsal Competition regional Purbalingga 2026 menjadi saksi bahwa Tim Rembang tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai penantang serius di setiap kompetisi. Duo Rembang telah membuktikan, kerja keras dan pembinaan yang tepat mampu melahirkan para bintang. (H. Purwono)




