
Pati, derapguru.com-Stigma bahwa sekolah swasta hanya menjadi “alternatif kedua”,tak selamanya benar. SMA PGRI 1 Pati mematahkan keraguan itu melalui prestasi siswabya yang mendunia.
Dua siswanya, Alif Ilham Thobibul Hatif dan Euchristo Gamaliel, sukses merebut medali perak dalam ajang bergengsi di Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO), bersaing dengan peserta dari 24 negara. Demikian diungkapkan Kepala SMA PGRI 1 Pati, Sutono, SE SPd kepada serapguru.com, Sabtu, 14 Februari 2026.
“Prestasi ini bukan kebetulan. Ini hasil dari ekosistem pendidikan yang berani keluar dari zona nyaman”, ujar Sutono menjelaskan.. Ditambahkan, sebelum terbang ke Thailand, keduanya harus lolos seleksi ketat yang digelar di MTs Abadiyah Pati.
Guru pembimbing matematika SMA PGRI 1 Pati, Dwi Rahayu Kiswari, juga menyatakan, bahwa proses yang dilakukan tidak instan. Ada penyaringan, ada pembinaan, ada tekanan, dan ada konsistensi.
Setelah meraih medali perak di tahap awal, keduanya mendapat undangan final langsung ke Thailand. Keputusan pun diambil bersama kepala sekolah: berangkat dan bertarung membawa nama sekolah.
Dijelaskan lebih lanjut, persiapan mereka bukan sekadar tambahan jam belajar. Sejak September hingga Februari, Alif dan Euchristo digembleng dalam program pembinaan intensif.
Setiap Jumat dan Sabtu, mereka mengikuti kelas khusus Olimpiade Matematika.
Menjelang keberangkatan, keduanya bahkan menjalani karantina akademik selama 10 hari penuh—tanpa sekolah reguler, tanpa distraksi, tanpa kompromi.
Setiap hari mereka berkutat dengan soal dari pukul 07.00 hingga 12.00, lalu dilanjutkan sesi modifikasi soal hingga sore.
Bukan hanya menyelesaikan persoalan, tapi juga membongkar pola dan menciptakan ulang strategi. Malam hari? Belajar mandiri di rumah.
Dwi Rahayu menambahkan, Alif, akrab yang disapa Ibul pun mengaku tak merasa terbebani. Baginya Matematika bukan sekadar pelajaran baginya, tapi panggilan.
Sejak SD, ia memang jatuh cinta pada angka. Ambisinya sederhana tapi tajam: juara dan membanggakan sekolah serta keluarga.
Menariknya, Ibul menjadi peraih nomor satu medali perak dalam delegasi tersebut. Sebuah pencapaian yang menjadi sejarah baru bagi SMA PGRI 1 Pati.
Sutono menambahkan, jika dulu SMA PGRI 1 Pati dikenal karena kedisiplinannya, kini mereka ingin dikenal karena keberanian dan kreativitasnya. Prestasi di TIMO menjadi bukti bahwa dengan pembinaan serius, sekolah swasta pun mampu menyalip dan bahkan melampaui sekolah negeri. (pur)




