
Pemalang, derapguru.com-Program Penguatan Kapasitas Pengurus (PKP) PGRI yang digelar Pengurus PGRI Jateng di sejumlah daerah merupakan momentum penting untuk menyatukan persepsi dan strategi pengelolaan organisasi dalam upaya memperjuangkan hak dan kepentingan anggota. Selain itu acara PKP PGRI juga menjadi momentum pengurus PGRI Kabupaten dan Cabang untuk menyampaikan aspirasi tentang berbagai persoalan yang dihadapi anggota.
Demikian diungkapkan Sekretaris Umum PGRI Jateng Drs Aris Munandar selaku moderator acara PKP di SMA PGRI 1 Taman, Pemalang, Sabtu, 14 Februari 2026.
Hal ini diungkapkan Aris Munandar usai pemaparan materi dari para nara sumber dan memberi kesempatan peserta untuk menyampaikan aspirasinya. Kesempatan ini pun dimanfaatkan oleh Abdul Manab, Suhir, dan Ketua PGRI cabang Petarukan.

Abdul Manab, Ketua PGRI Watukumpul.menyampaikan, bahwa Permendikdasmen nomor 7 /2026, tentang periodisasi Kepala Sekolah telah membatasi masa penugasan guru sebagai kepala sekolah. Abdul Manab yang sudah dua periode menjabat kepa sekolah pun telah berhenti. Persoalannya, setelah tidak jadi KS, kenapa TPGnya juga tidak dibayarkan?

Aspirasi berikutnya disampaikan oleh Suhir, Pengurus cabang Belik. Suhir mengungkapkan persoalan keanggotaan Daspen PGRI. Dikatakan, ada anggota yang sudah mendaftar dan sudah diverifikasi tetapi kenapa status keanggotanya tertulis tidak aktif?

Kemudian Ketua Cabang PGRI Petarukan Agus Susanto yang juga Ketua MGMP PAI Pemalang mengungkapkan sulitnya guru-guru agama di bawah naungan Dikpora TPG nya tidak cair, bahkan sejak 2023 juga belum cair, Selain itu juga Tunjangan ke- 13 dan THR. Ia mengaku sudah minta bantuankesana kemari, termasuk ke ketua PGRI Kab Pemalang tapi sampai saat ini belum cair. Sementara guru agama yang bukan dibawah dinas pendidikan sudah cair.
Berbagai pertanyaan itu pun mendapat jawaban dan dijelaskan oleh Dr. Muhdi, Dikatakan perihal periodisasi KS ini pun sudah disampaikan Dr Muhdi selaku Wakil Ketua Komite I DPD RI ke Wamendikdasmen.
Kemudian terkait keanggotaan Daspen yang belum aktif setelah verifikasi dijelaskan oleh Dr Joko Siswanto.
Menutup acara tersebut, Drs Aris Munandar mengingatkan agar Pengurus PGRI mampu berpikir komprehensif terkait manajemen dan tata kelola organisasi PGRI agar lebih baik, efektif, efisien dan mencapai hasil yang optimal.
“Setiap kita adalah pemimpin dan seriap pemimpin akan diminta pertanggung jawaban”, ujar Aris Munandar mengingatkan. (Pur).




