
KENDAL, derapguru.com — Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari melaunching buku berjudul “Kaliwungu dalam Lintasan Ruang dan Waktu” pada Selasa (10/2) di pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal.
Buku ini diinisiasi oleh H Ibnu Fikri MSi PhD yang mengajak 16 penulis asal Kaliwungu dari berbagai profesi antara lain budayawan, politikus, tokoh ulama, tokoh masyarakat, akademisi, dan lainnya yang memiliki wawasan sejarah tentang Kaliwungu, dengan maksud agar segala tentang Kaliwungu terangkum rapi dan bisa dikenang dan abadi.
Ide yang disambut baik oleh Komunitas Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) ini pun sudah terbit dan siap dibaca oleh seluruh masyarakat, yang terbagi dalam tiga bagian. Bagian I: Kaliwungu sebagai Kota Santri, yang berisi lima judul. Bagian II: Kaliwungu dalam Ruang Sosial dan Budaya, yang berisi enam judul. Bagian III: Masa Depan Kota Santri Kaliwungu, yang berisi lima judul.
Presiden Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK), Bahrul Ulum A Malik, menyampaikan launching buku ini menjadi ruang dialog dan kolaborasi masyarakat, akademisi, hingga pemerintah daerah tentang Kaliwungu. Semoga dengan adanya buku ini, bisa memancing semangat penulis-penulis kecamatan lainnya di Kendal.
“Launching buku ini menjadi ruang dialog dan kolaborasi masyarakat, akademisi, hingga pemerintah daerah. Buku ini juga semoga menjadi penyemangat untuk penulis-penulis kecamatan lain di Kendal untuk mengabadikan budaya serta sejarah di wilayahnya” ucap Ulum.
Peluncuran buku Kaliwungu dan Lintasan Ruang dan Waktu ini dilakukan secara simbolis melalui penyerahan buku oleh Bupati Kendal kepada pihak Komunitas PSK yang diwakili oleh Prof Dr Mudjahirin Thohir dan pihak Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kendal yaitu Kepala Dinarpus Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dalam sambutannya mengungkapkan bangga dan bahagia atas terbitnya buku Kaliwungu dalam Lintasan Ruang dan Waktu. Buku ini menjadi kontribusi nyata sebagai karya reflektif yang bisa menjadi referensi kebijakan pemerintah, serta media penguat identitas masyarakat di wilayah Kaliwungu.
“Buku ini bukan hanya sebagai dokumentasi. Ini adalah bukti kontribusi nyata sebagai karya reflektif yang menjadi media penguat identitas karakter masyarakat, serta menjadi referensi kebijakan pemerintah” kata bupati yang akrab disapa Tika.
Lebih lanjut, bupati menyampaikan harapan kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan secara rutin untuk menginspirasi semua lapisan masyarakat agar mengetahui sejarah dan dinamika sosial di Kabupaten Kendal sebagai ruang edukatif dialog publik.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya seremoni hari ini saja, tapi bisa dilaksanakan secara rutin sebagai ruang berkumpulnya penulis dan berdiskusi untuk membangun kabupaten Kendal yang lebih baik. Buku ini tentu menginspirasi semua lapisan masyarakat agar mengetahui sejarah dan dinamika sosial di Kabupaten Kendal sebagai ruang edukatif dialog publik” pungkasnya. (Eva Dwi Susanti)




