
BLORA, derapguru.com –PGRI memiliki tiga peran penting, yakni sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan. Ketiga peran ini dijalankan PGRI secara bersamaan baik dalam pola pengelolaan maupun dalam program-program kerja organisasi.
Hal tersebut disampaikan Ketua PGRI Jateng yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI, Dr H Muhdi SH MHum, saat memberikan materi dalam “Penguatan Kapasitas Pengurus (PKP) PGRI Blora yang di langsungkan di Gedung Guru PGRI Blora, Sabtu 7 Februari 2026.
“Sebagai organisasi perjuangan, PGRI turut menjaga keutuhan NKRI. Soal nasionalisme jangan ragukan organisasi PGRI. Sebagai organisasi profesi, PGRI akan terus meningkatkan profesionalisme guru. Sedangkan sebagai organisasi ketenagakerjaan, PGRI berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan anggota,” urai Muhdi.
Muhdi menambahkan, kendati banyak peran yang dijalankan PGRI, tapi yang paling terlihat adalah saat ada kasus yang menjerat para guru. Pada masalah ini, peran PGRI langsung terlihat dan menyentuh langsung kepentingan guru.
“Yang tukang mbelani guru ya, Pak Sapto (Dr Sapto Budoyo SH MH, LKBH PGRI Jateng). Yang doktornya khusus mengenai perlindungan guru. Kalau guru tidak dibelani banyak yang masuk penjara,” tutur Muhdi.
Lebih lanjut Muhdi menuturkan, adanya LKBH PGRI Jateng sangat penting bagi organisasi maupun para guru. Lembaga inilah yang selama ini menjadi benteng yang mengayomi guru ketika UU Perlindungan Guru masih belum juga tercipta.
“Biaya pengacara untuk kasus tidak murah. Bisa puluhan sampai ratusan juta. Tapi organisasi ini memberikan pendampingan dan pembelaan hukum secara gratis. Ini salah satu manfaat menjadi anggota PGRI Jateng,” tandas Muhdi.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua I PGRI Jateng Dr Hj Sri Suciati MHum, Wakil Ketua II PGRI Jateng H Sakbani SPd MH, Wakil Ketua V PGRI Jateng Jumanto MPd, Sekum PGRI Jateng H Aris Munandar MPd, Wakil Sekum Dr Saptono Nugrohadi MPd, Wakil Bendahara PGRI Jateng Dr Sapto Budoyo SH MH. (za)




