
SEMARANG, derapguru.com — Dunia di luar gerbang kampus tidak kenal revisi seperti saat mengerjakan skripsi. Dunia di luar gerbang kampus juga tidak bisa dimintai tenggat seperti saat revisi belum rampung. Dunia di luar kampus bergerak cepat tak menghiraukan apapun yang sedang terjadi maupun yang sedang kita alami.
Pesan tersebut disampaikan Rektor UPGRIS, Dr Hj Sri Suciati MHum, saat memberikan sambutan dalam Wisuda Ke-82 UPGRIS yang digelar di Balairung UPGRIS Kampus Cipto Semarang, Kamis 5 Februari 2026.
“Dunia di luar gerbang kampus ini tidak mengenal ‘revisi dua minggu’ atau ‘perpanjangan tenggat waktu’ seperti (saat mengerjakan) skripsi. Dunia nyata bergerak cepat (akibat dampak dari penemuan-penemuan teknologi baru),” tutur Sri Suciati.

Sri Suciati menambahkan, meski demikian para wisudawan tidak perlu takut pada AI, tidak perlu takut pada otomatisasi. Karena manusia memiliki nurani, kreatifitas, dan empati yang tidak akan bisa digantikan algoritma apapun.
“Mesin mungkin memiliki kecepatan, tapi manusia memiliki nurani, kreatifitas, dan empati yang tidak bisa digantikan oleh algoritma apapun. Jadilah sarjana apapun yang memiliki high tech sekaligus high touch,” urai Sri Suciati.
Jasa Pendahulu
Pembina UPGRIS, Dr H Muhdi SH MHum, dalam sambutannya berpesan untuk selalu mengingat jasa-jasa para pendahulu yang telah membangun kampus. Kebesaran kampus UPGRIS tidak lepas dari kerja keras generasi pendahulu yang telah meletakkan pondasi Kampus UPGRIS.

“Kampus ini telah dibangun dengan susah payah oleh para tokoh yang luar biasa, (seperti) Pak Karseno sebagai Ketua PGRI Jateng pada masa-masa itu, dikembangkan oleh Pak Taruno. Di samping itu ada pula Pak Sudharto, AT Soegito, Pak Bagya, Pak Widadi. Termasuk para rektor hebat, seperti Pak Thomas, Pak Sugiono, Prof Satmoko, Dr Sulistiyo,” urainya.
Muhdi menambahkan, untuk para wisudawan, agar mereka tidak khawatir dengan dunia nyata yang akan dihadapi. Untuk menghadapinya, Muhdi meminta agar para wisudawan dapat menjadi pembelajar sepanjang hayat
“Hadapilah dengan kesiapan dan bekal yang cukup, dengan keberanian, tapi jangan lupa kalian harus menjadi pembelajar terus (pembelajar sepanjang hayat, red),” ungkap Muhdi.
614 Wisudawan
Sementara itu, Wakil Rektor I Dr Muniroh Munawar MPd, menyampaikan bahwa dalam Wisuda ke-82 UPGRIS ada 614 Wisudawan yang dilepas. Dari 614 Wisudawan, sebanyak 177 wisudawan dari Program Pascasarjana, 151 wisudawan dari FIP, dan 82 wisudawan dari FPIPSKR.

“Dari FPMIPATI sebanyak 29 wisudawan, FPBS sebanyak 33 wisudawan, FTI sebanyak 79 wisudawan, FH sebanyak 15 wisudawan, FEB sebanyak 48 wisudawan,” urai Muniroh Munawar.
Muniroh Munawar menambahkan, lulusan predikat cumlaude sebanyak 57.5 persen. Lulusan dengan predikat memuaskan sebanyak 0.3 persen. Sedangkan lulusan dengan predikat sangat memuaskan sebanyak 42.2 wisudawan. (za)




