
TIDAK di-nyana, host kondang Tony Belok Kiri ternyata balane Pak Sakbani (Ketua YPLP PT PGRI). Ketika Tony didaulat menjadi host “Malam Gayeng Bareng” yang digelar UPGRIS di The Rich Jogja Hotel, dia dengan akrab langsung menyapa Pak Bani.
“Saya sering ngamen di Kalibanteng. Di Kalibanteng Pak Sakbani lewat. Buka kaca mobil, ‘Lagi ngopo, Mas?’ Ngamen, Pak. Langsung 500 ribu. Bapak lagi di Soto Bangkong, ketemu lagi. Langsung kasih 500 lagi,” kata Tony.
Begitulah cara Tony Belok Kiri bersama rekan host-nya, Saiful, saat membuka acara dengan gaya yang bikin ger-geran. Tony Belok Kiri” adalah nama panggung seorang host atau pembawa acara yang terkenal karena filosofi “belok kiri” yang berarti jalan terus (dalam menikmati hidup).
Bukan hanya Pak Sakbani yang “dikerjain”. Rektor UPGRIS, Dr Hj Sri Suciati MHum, juga dibikin ger-geran saat namanya dimaknai secara sembarangan. Menurut filosofi “kiri” Tony, Sri Suciati sebenarnya singkatan dari nama yang luar biasa bila diuraikan.
Huruf “S” dari kata Sri merupakan singkatan dari ‘(S)osok perempuan yang bertanggung jawab‘. Huruf “R” singkatan dari ‘(R)ajin beribadah dan bertanggung jawab‘. Dan huruf “I’ singkatan dari ‘(I)nilah perempuan yang taat beribadah dan bertanggung jawab’.
Saiful segera menyambar, “Lha kok podo kabeh?” Tony pun balik tanya, “Bener opo ora?” Saiful pun mengangguk sambil cengengesan.
Tak hanya itu saja, dengan kepiawaiannya dalam membawakan acara secara komedi, Tony dan Saiful ngerjain beberapa dosen dan karyawan untuk “adu uang yang terkecil menang”.
Dan tentu saja, semua kena jebakan, sebab yang menang bukan yang punya “nilai mata uang terkecil”, tapi yang “usianya terkecil yang menang”. (za)




