
KONON dalam awal penciptaan Pulau Jawa dalam Serat Manikmaya, pulau ini mengambang di Samudera Selatan dalam posisi yang tak seimbang. Bagian Selatan ambles, bagian Utara “njomplang” ke permukaan. Kondisi “njomplang-nya” Pulau Jawa membuat para Dewata keheranan. Maka diselidikilah apa yang membuat pulau ini tidak pernah mapan dalam kedudukannya.
Akhirnya diketahui, ada gunung besar di bagian selatan yang membuat tanah bagian Utara terangkat. Gunung itu bernama Jamurdvipa. Atas arahan Batara Guru, para Dewata bergotong-royong untuk mengurangi beban di Selatan dengan memindahkan Jamurdvipa ke arah Timur.

Dalam proses pemindahan itu, banyak tanah rontok dan kocar-kacir yang kemudian menjadi gunung-gunung seperti Merapi, Sindara, Sumbing, Slamet, Retawu (Muria), Lawu, Arjuna, Bromo, Argapura, dan sisanya diletakkan di Pulau Bali menjadi Gunung Batur.
Tapi pemindahan Jamurdvipa tidak sepenuhnya sempurna. Tanah selatan yang terlalu banyak diambil, membuat Pulau Jawa mengapung di samudera dalam posisi terangkat di bagian selatan. Tanah terangkat inilah yang membuat tanah Selatan penuh dengan bukit-bukit karang, sedangkan saban tahunnya, tanah Utara semakin ambles ke lautan.

Kisah pemindahan Jamurdvipa pada awal mula penciptaan tanah Jawa inilah yang kemudian melahirkan tebing-tebing karang di Selatan dan pantai-pantai berpasir di Utara. Dan tempat-tempat bertebing bebatuan karts inilah yang banyak dikembangkan menjadi destinasi wisata, termasuk On The Rock Drini.
On The Rock Drini adalah wisata alam yang memanfaatkan bebatuan kart sebagai salah satu destinasi wisata yang sedang happening di Yogyakarta. Tapi perlu dicatat, destinasi wisata ini tidak murni menawarkan wisata keindahan alam. Yang menjadi titik point bagi On The Rock Drini adalah banyaknya titik spot yang bisa digunakan untuk mengambil foto keindahan tebing berlatar pantai.

Wakil Rektor IV UPGRIS, Prof Dr Nur Khoiri MPd, mengatakan On The Rock Drini ini sengaja dijadikan salah satu spot kunjungan agar para dosen dan karyawan bisa menikmati destinasi-destinasi kekinian. On The Rock menawarkan pemandangan tebing kart dengan view Pantai Drini yang berombak.
“Yang jelas kakinya sehat (karena berjalan di antara bebatuan karts, red), matanya bebas memandang laut dari perbukitan, pikiran jadi tenang dan tersegarkan,” urai Prof Khoiri.

Pandangan serupa disampaikan oleh Kepala KUI UPGRIS, Dr Nur Hidayat MHum, saat melintasi bebatuan karts. Menurutnya potensi alam di Pulau Jawa bagian Selatan ini luar biasa, terutama pemandangan bebatuan karts dan pantai-pantainya.
“Kalau misalnya Singapura punya tanah sepetak seperti ini, promosinya pasti sudah ke seluruh dunia. Inilah kehebatan negeri kita yang belum diolah secara maksimal,” ungkap Nur Hidayat.
Terlepas apapun penilaian setiap orang terhadap On The Rock Drini, destinasi ini tetap menjadi incaran anak-anak muda. Terutama anak-anak muda yang mengejar spot-spot intagramable yang eksotis dan memesona. (za)




