
SEMARANG, derapguru.com — Kesalahan yang sering dilakukan para pejuang jurnal adalah menyusun artikel dulu, baru mencari jurnal penerbitnya. Padahal, step yang benar untuk dapat terbit di jurnal ilmiah bereputasi adalah dengan menentukan jurnalnya, baru menulis artikel ilmiahnya.
Kesalahan yang jamak dilakukan pejuang jurnal tersebut disampaikan Editor Jurnal Peuradeun Universitas Serambi Makkah Banda Aceh, Dr Tabrani ZA MSi MA, saat memberi materi “Pelatihan Penulisan dan Publikasi Artikel pada Jurnal Internasional Bereputasi” yang digelar FPBS UPGRIS di Seminar Hall Menara UPGRIS Kampus Gajah Semarang, Kamis 15 Januari 2026.
“Kenapa susah? Kebanyakan karena salah kita sendiri. Seringnya itu kita menulis artikelnya dulu, baru mencari jurnal. Padahal, yang benar adalah menentukan jurnal dulu, baru menulis artikelnya,” ungkap Tabrani.
Tabrani menambahkan, ketika hendak menulis artikel untuk jurnal ilmiah, pastikan dulu jurnal yang dituju. Setelah jurnalnya sudah pasti, pelajari bagaimana aturan-aturan dan cara menerbitkannya.
“Pahami jurnalnya. Pahami aturan dan cara diterbitkannya. Pahami konsensusnya. Pahami gaya selingkungnya. Baru kita kirim naskah kita,” tandas Tabrani.
Dalam kesempatan tersebut Tabrani juga menyoroti masalah cara penulisan judul. Judul artikel tidak boleh terlalu panjang, antara 12-20 kata. Judul juga harus mencerminkan isi tulisan, spesifik, dan efektif.
“Judul biasanya memiliki 3 unsur utama: objek material, objek formal, dan konteks/setting,” tandasnya.
Peningkatan
Dekan FPBS UPGRIS, Siti Musarokah MHum, menuturkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam ranah publikasi ilmiah. Dengan kegiatan ini, para dosen diharapkan akan menghasilkan publikasi ilmiah yang tidak hanya mengejar kuantitas, tapi juga kualitas.
“Semoga nantinya akan semakin banyak publikasi-publikasi ilmiah dosen FPBS UPGRIS di jurnal-jurnal internasional bereputasi. Semakin banyak pula yang ‘nyanthol’ di jurnal yang terindeks Scopus Q1-Q2 atau Sinta 1-2,” tandas Siti Musarokah. (za)




