
Banjarnegara, derapguru.com– Turut prihatin akan bencana tanah longsor di Pandanarum Kabupaten Banjarnegara, PGRI Kabupaten Magelang menggalang solidaritas dan memberikan bantuan kepada korban. Bantuan diserahkan secara simbolis melalui PGRI Kabupaten Banjarnegara, Sabtu 10 Januari 2026 di Rumah Guru PGRI Banjarnegara.
Penyerahan disampaikan oleh Ketua PGRI Kabupaten Magelang Susno kepada Ketua PGRI Kabupaten Banjarnegara Heling Suhono yang diteruskan langsung kepada Ketua PGRI Kecamatan Pandanarum Arifin. Susno hadir bersama pengurus harian PGRI Kabupaten Magelang.
Selain mengungkapkan duka citanya atas bencana yang terjadi dan memberikan uang hasil penggalangan dana, Susno juga mengungkapkan kegiatan ini sebagai ajang silaturrahmi dan berbagi pengalaman dalam memperjuangkan hak-hak guru.
“Kami di Kabupaten Magelang berusaha agar guru honorer dapat terangkat kesejahteraanya. Mulai dari gaji guru honorer hanya 300 ribu, naik jadi 800 ribu. Mereka lalu kami uji kompetensi, dan yang sudah uji kompetensi diberikan SK Bupati. Honor mereka meningkat jadi 1,8 juta bahkan sampai 2,2 juta. Bahkan tahun ini ada 2224 guru dan tenaga kependidikan yang terangkat menjadi PPPK Paruh Waktu,” jelas Susno.
Susno juga memuji PGRI Banjarnegara yang selalu tangguh menghadapi berbagai bencana, dan bahkan tetap berkontribusi kepada PGRI Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan bantuan kepada korban bencana di daerah lainnya.
Ketua PGRI Kabupaten Banjarnegara Heling Suhono berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh PGRI Kabupaten Magelang dan menyatakan bahwa PGRI akan terus hadir mendampingi korban bencana longsor di Dusun Situkung.
“Kami terus memberikan bantuan, dan bantuan dari PGRI Kabupaten Magelang ini langsung kita salurkan melalui PGRI Kecamatan Pandanarum karena ada dua rumah orang tua dari guru anggota PGRI yang rumahnya hilang tersapu longsoran. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk para korban,” ujar Heling.
Heling juga berbagi pengalaman PGRI Kabupaten Banjarnegara yang saat ini tengah membantu Pemkab dalam redistribusi guru agar sesuai dengan zonasi tempat tinggalnya. Ia juga menyampaikan tentang program 100 hari pertama yang berhasil membangun Masjid Dr Sulistyo dan juga saat ini tengah mendirikan Koperasi Dwija Usaha Mandiri dalam rangka mensejahterakan anggotanya.
“Koperasi Dwija Usaha Mandiri PGRI Banjarnegara nantinya akan melakukan praktik aneka usaha, bukan simpan pinjam. Anggotanya seluruh anggota PGRI dengan simpanan pokok 200 ribu rupiah dan simpanan wajin 50 ribu per bulan. Kita ingin agar PGRI hidup bukan hanya dari iuran anggota, namun dari unit usaha yang dimiliki, dari oleh dan untuk guru Banjarnegara,” tandas Heling. (H. Purwono)




