
Derapguru.com-Sukoharjo, Sabtu 26 Juli 2025 —
Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum., menyampaikan pidato bersejarah di hadapan 160 pengurus PGRI Cabang se-Kabupaten Sukoharjo dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus (PKP). Ia menekankan pentingnya kembali menjiwai nilai-nilai historis PGRI sebagai organisasi profesi, perjuangan, dan kesejahteraan.
Dalam paparannya, Dr. Muhdi menyegarkan kembali ingatan tentang asal muasal Hari Guru Nasional 25 November yang berakar sejak 1912 dan dimaknai sebagai tonggak persatuan guru untuk mengisi kemerdekaan dengan semangat organisasi. “Kongres Solo 100 hari setelah proklamasi adalah momentum sakral penyatuan organisasi guru menjadi PGRI,” tegasnya.
Lebih dari sekadar membela hak, menurutnya, guru harus dimuliakan. “Kalau guru adalah profesi, maka harus dimuliakan. Bukan hanya diperjuangkan nasibnya, tapi juga martabat dan keilmuannya,” tandasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peremajaan dan digitalisasi dalam struktur PGRI. Salah satunya melalui Smart Learning and Character Center sebagai hasil Kongres 2019, yang kini menjadi motor penggerak inovasi teknologi dan karakter di tubuh organisasi.
Di akhir sesi, Dr. Muhdi mendorong seluruh pengurus untuk menjadi garda terdepan transformasi organisasi. “Kita harus menjadi organisasi terpercaya, dinamis, kuat, dan bermartabat. PGRI bukan hanya nama—ia adalah amanah sejarah dan masa depan profesi guru Indonesia,” pungkasnya. ( Sapt/Wis)